بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
ءَاِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا ۚ ذٰلِكَ رَجْعٌۢ بَعِيْدٌ ﴿٣﴾
a iżā mitnā wa kunnā turābā, żālika raj'um ba'īd
Apakah apabila kami telah mati dan sudah menjadi tanah (akan kembali lagi)? Itu adalah suatu pengembalian yang tidak mungkin.
Tafsir QS: 50 Ayat: 3
*Kemudian Allahﷻ berfirman, menceritakan keheranan mereka tentang adanya hari kembali yang mereka anggap sebagai hal yang mustahil:
ءَاِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا ذٰلِكَ رَجْعٌ بَعِيْدٌ
( Apakah kami setelah mati dan setelah menjadi tanah (kami akan kembali lagi)? Itu adalah suatu pengembalian yang tidak mungkin. ) (Qaf, 50:3)
*Mereka mengatakan, "Apakah bila kita telah mati dan menjadi tulang belulang serta semua sendi tulang-tulang kita bercerai-berai, dan kita menjadi tanah, apakah mungkin sesudah itu kita akan dihidupkan kembali seperti semua alam bentuk dan susunan yang sekarang ini seutuhnya?
ذٰلِكَ رَجْعٌ بَعِيْدٌ
( Itu adalah suatu pengembalian yang tidak mungkin. ) (Qaf, 50:3)
Yakni mustahil bisa terjadi. Makna yang dimaksud ialah mereka tidak meyakini adanya hari berbangkit dan beranggapan bahwa itu mustahil.
Tafsir QS: 50 Ayat: 3
(Apakah bila) dapat dibaca Tahqiq, dapat pula dibaca Tas-hil (kami telah mati dan setelah menjadi tanah) kami akan kembali menjadi hidup? (itu adalah suatu pengembalian yang tidak mungkin") yakni sangat jauh dari kemungkinan.
Tafsir QS: 50 Ayat: 3
Apakah apabila kami sudah mati dan menjadi tanah, bagaimana mungkin bisa dikembalikan seperti pada asalnya? Hal itu mustahil untuk terjadi.