سنن الدارقطني ٤٣٦٩: نا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَكَرِيَّا , نا أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ النَّسَائِيُّ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ مَسْعُودٍ , أنا بِشْرٌ , عَنِ ابْنِ عَوْنٍ , قَالَ: وَنا حُمَيْدُ بْنُ مَسْعَدَةَ , أنا بِشْرُ بْنُ الْمُفَضَّلِ , نا ابْنُ عَوْنٍ , بِهَذَا نَحْوَهُ. وَقَالَ: أَنْ لَا يُبَاعَ أَصْلُهَا وَلَا يُوهَبُ وَلَا يُورَثُ , نَحْوَ حَدِيثِ النَّضْرِ.
Sunan Daruquthni 4369: Muhammad bin Abdullah bin Zakariyya menceritakan kepada kami, Abu Abdurrahman An-Nasa'i menceritakan kepada kami, Ismail bin Mas'ud menceritakan kepada kami, Bisyr mengabarkan kepada kami dari Ibnu Aun, dia berkata: Dan Humaid bin Mas'adah menceritakan kepada kami, Bisyr bin Al Mufadhdhal mengabarkan kepada kami, Ibnu Aun menceritakan kepada kami, riwayat ini, dengan redaksi yang serupa dan dia berkata; Pokoknya tidak dijual, tidak boleh dihibahkan dan tidak diwariskan. ~ Seperti hadits An-Nadhr.
Sunan Daruquthmi Nomer 4369