سنن الدارقطني ٤٤٦٠: نا أَحْمَدُ بْنُ عِيسَى بْنِ عَلِيٍّ الْخَوَّاصُ , نا أَحْمَدُ بْنُ عُبَيْدِ بْنِ نَاصِحٍ , نا أَبُو دَاوُدَ , نا زَمْعَةُ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ عُرْوَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْبِلَادُ بِلَادُ اللَّهِ , وَالْعِبَادُ عِبَادُ اللَّهِ , وَمَنْ أَحْيَا مِنْ مَوَاتِ الْأَرْضِ شَيْئًا فَهُوَ لَهُ , وَلَيْسَ لِعِرْقٍ ظَالِمٍ حَقٌّ»
Sunan Daruquthni 4460: Ahmad bin Isa bin Ali Al Khawwash menceritakan kepada kami, Ahmad bin Ubaid bin Nashih menceritakan kepada kami, Abu Daud menceritakan kepada kami, Zam'ah menceritakan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Urwah, dari Aisyah, dia berkata, "Rasulullah SAW besabda, 'Negri ini adalah negri Allah, dan para hamba ini adalah para hamba Allah. Barangsiapa menghidupkan suatu lahan yang mati maka lahan itu miliknya, dan tidak ada hak bagi yang menyerobotnya secara zhalim.'
Sunan Daruquthmi Nomer 4460