سنن الدارقطني ٤٥٤٨: نا دَعْلَجُ بْنُ أَحْمَدَ , نا مُعَاذُ بْنُ الْمُثَنَّى , نا أَبِي , عَنِ ابْنِ عَوْنٍ , عَنْ مُحَمَّدٍ , قَالَ: كَانَ بَيْنَ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ وَبَيْنَ مُعَاذِ ابْنِ عَفْرَاءَ دَعْوَى فِي شَيْءٍ فَحَكَّمَا أُبَيَّ بْنَ كَعْبٍ , فَقَصَّ عَلَيْهِ عُمَرُ , فَقَالَ أُبَيٌّ: اعْفُ أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ , فَقَالَ: «لَا لَا تَعِفْنِي مِنْهَا إِنْ كَانَتْ عَلَيَّ» , قَالَ: قَالَ أُبَيٌّ: فَإِنَّهَا عَلَيْكَ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ , قَالَ: فَحَلَفَ عُمَرُ , «ثُمَّ أَتُرَانِي قَدْ أَسْتَحِقُّهَا بِيَمِينِي اذْهَبِ الْآنَ فَهِيَ لَكَ»
Sunan Daruquthni 4548: Da'laj bin Ahmad menceritakan kepada kami, Mu'adz bin Al Mutsanna menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepada kami dari Ibnu Aun, dari Muhammad, dia berkata, "Antara Umar bin Khaththab dan Mu'adz bin Afrax ada klaim yang sama tentang sesuatu, lalu keduanya menetapkan Ubai bin Ka'b sebagai pemberi keputusan. Umar kemudian menyampaikan kisahnya, maka Ubai pun berkata, 'Relakanlah wahai Amirul Mukminin.' Umar berkata, 'Tidak, janganlah engkau memintaku untuk merelakannya bila ternyata dituntutkan kepadaku.' Ubai berkata, 'Itu memang dituntutkan kepadamu wahai Amirul Mukminin.' Lalu Umar bersumpah, kemudian berkata, 'Apa menurutmu aku sudah berhak terhadapnya dengan sumpahku? Sekarang pergilah engkau, itu menjadi milikmu'."
Sunan Daruquthmi Nomer 4548