بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
يَّوْمَ يُنْفَخُ فِى الصُّوْرِ وَنَحْشُرُ الْمُجْرِمِيْنَ يَوْمَىِٕذٍ زُرْقًا ۖ ﴿١٠٢﴾
yauma yunfakhu fiṣ-ṣụri wa naḥsyurul-mujrimīna yauma`iżin zurqā
pada hari (Kiamat) sangkakala ditiup (yang kedua kali) dan pada hari itu Kami kumpulkan orang-orang yang berdosa dengan (wajah) biru muram,
Tafsir Surah Ta Ha Ayat: 102
*Telah disebutkan di dalam sebuah hadis, bahwa Rasulullahﷺ pernah ditanya tentang as-sur atau sangkakala ini. Maka beliau menjawab: "Seperti sebuah tanduk yang dapat ditiup.
*Di dalam hadis mengenai sangkakala ini yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah£, disebutkan bahwa sur adalah tanduk (terompet yang berbentuk tanduk) yang sangat besar. Garis tengahnya sama dengan luasnya langit dan bumi, Malaikat Israfillah yang ditugaskan untuk meniupnya.
*Di dalam hadis lainnya disebutkan bahwa Rasulullahﷺ telah bersabda:
كَيْفَ اَنْعَمُ وَصَاحِبُ الْقَرْنِ قَدِ الْتَقَمَ القَرْنَ وَحَنٰى جَبْهَتَهٗ وَانْتَظَرَ اَنْ يُؤْذَنَ لَهٗ. فَقَالُوْا يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ كَيْفَ نَقُوْلُ. قَالَ قُوْلُوْا حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ عَلَى اللّٰهِ تَوَكَّلْنَا
( "Bagaimana aku dapat bersenang-senang, sedangkan malaikat yang ditugaskan meniup sangkakala telah meletakkan sangkakala pada mulutnya dan mengernyitkan dahinya siap melakukan tiupan sambil menunggu perintah. ) Para sahabat yang hadir mengatakan, "Wahai Rasulullah, apakah yang harus kami ucapkan? Rasulullahﷺ menjawab: ( "Katakanlah oleh kalian, "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung, hanya kepada Allah-lah kami bertawakal (berserah diri). )
*******
Firman Allahﷻ:
وَنَحْشُرُ الْمُجْرِمِيْنَ يَوْمَىِٕذٍ زُرْقًا
( dan Kami akan mengumpulkan pada hari itu orang-orang yang berdosa dengan muka yang biru muram. ) (Tha Ha, 20:102)
*Menurut suatu pendapat, makna yang dimaksud ialah mata mereka biru karena kerasnya kengerian yang dialami oleh mereka di hari itu.