Tafsir Al-Qur'an Surah Al-An`am Ayat 104

Tafsir Al-Qur'an Surah Al-An`am Ayat 104

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ


قَدْ جَاۤءَكُمْ بَصَاۤىِٕرُ مِنْ رَّبِّكُمْۚ فَمَنْ اَبْصَرَ فَلِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ عَمِيَ فَعَلَيْهَاۗ وَمَآ اَنَا۠ عَلَيْكُمْ بِحَفِيْظٍ ﴿١٠٤

qad jā`akum baṣā`iru mir rabbikum, fa man abṣara fa linafsih, wa man 'amiya fa 'alaihā, wa mā ana 'alaikum biḥafīẓ

Sungguh, bukti-bukti yang nyata telah datang dari Tuhanmu. Barangsiapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka dialah yang rugi. Dan aku (Muhammad) bukanlah penjaga-(mu).


Tafsir Ibnu Katsir

Tafsir Surah Al-An`am Ayat: 104
Firman Allahﷻ:

قَدْ جَاۤءَكُمْ بَصَاۤىِٕرُ مِنْ رَّبِّكُمْ
( Sungguh, bukti-bukti yang nyata telah datang dari Tuhanmu. ) (Al-An'am, 6:104)

Yang dimaksud dengan istilah BASHĀ-IR ialah bukti-bukti dan hujah-hujah yang terkandung di dalam Al-Qur'an dan semua yang disampaikan oleh Rasulullahﷺ

فَمَنْ اَبْصَرَ فَلِنَفْسِهٖ
( maka barang siapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri ) (Al-An'am, 6:104)

Ayat tersebut semakna dengan ayat lain, yaitu:

مَنِ اهْتَدٰى فَاِنَّمَا يَهْتَدِيْ لِنَفْسِهٖ وَمَنْ ضَلَّ فَاِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا
( Barang siapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barang siapa yang sesat, maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. ) (Al-Isra, 17:15)

Karena itulah dalam surat ini disebutkan, ( dan barang siapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudaratannya kembali kepadanya. ) (Al-An'am, 6:104)

Setelah disebutkan BASHĀ-IR, yakni bukti-bukti dan hujah-hujah, lalu disebutkan:

وَمَنْ عَمِيَ فَعَلَيْهَا
( dan barang siapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudaratannya kembali kepadanya. ) (Al-An'am, 6:104)

Artinya, sesungguhnya akibat buruknya akan menimpa dirinya sendiri; sama halnya dengan yang disebutkan di dalam firman lain:

فَاِنَّهَا لَا تَعْمَى الْاَبْصَارُ وَلٰكِنْ تَعْمَى الْقُلُوْبُ الَّتِيْ فِى الصُّدُوْرِ
( Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada. ) (Al-Hajj, 22:46)

Adapun firman Allahﷻ:

وَمَآ اَنَا۠ عَلَيْكُمْ بِحَفِيْظٍ
( Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara (kalian). ) (Al-An'am, 6:104)

Yakni bukan sebagai pemelihara, bukan pula sebagai pengawas, melainkan semata-mata sebagai penyampai; dan Allah menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya dan menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya.


Tafsir Jalalain  Tafsir Muyassar