بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
۞ وَعَنَتِ الْوُجُوْهُ لِلْحَيِّ الْقَيُّوْمِۗ وَقَدْ خَابَ مَنْ حَمَلَ ظُلْمًا ﴿١١١﴾
wa 'anatil-wujụhu lil-ḥayyil-qayyụm, wa qad khāba man ḥamala ẓulmā
Dan semua wajah tertunduk di hadapan (Allah) Yang Hidup dan Yang Berdiri Sendiri. Sungguh rugi orang yang melakukan kezaliman.
Tafsir Surah Ta Ha Ayat: 111
Firman Allahﷻ:
وَعَنَتِ الْوُجُوْهُ لِلْحَيِّ الْقَيُّوْمِ
( Dan tunduklah semua muka (dengan berendah diri) kepada Tuhan Yang Hidup Kekal lagi senantiasa mengurus makhluk-Nya. ) (Tha Ha, 20:111)
*Ibnu Abbas dan lain-lainnya mengatakan bahwa semua wajah saat itu tunduk, merasa hina dan berserah diri kepada Tuhannya Yang Mahahidup dan Yang tidak mati lagi terus-menerus mengurus makhluk-Nya dan tidak tidur; sedangkan Dia terus mengurus segala sesuatu, mengaturnya, dan memeliharanya. Dia adalah Zat Yang Maha Sempurna, segala sesuatu berhajat kepada-Nya karena tidak dapat bertahan kecuali dengan pertolongan-Nya.
*******
Firman Allahﷻ:
وَقَدْ خَابَ مَنْ حَمَلَ ظُلْمًا
( Dan sesungguhnya telah merugilah orang yang melakukan kezaliman. ) (Tha Ha, 20:111)
Yakni mereka akan merugi pada hari kiamat, karena sesungguhnya pada hari itu Allah akan menunaikan setiap hak kepada pemiliknya masing-masing, sehingga kambing yang tidak bertanduk membalas kambing yang bertanduk (yang dahulu ketika di dunia pernah menanduknya).
Di dalam sebuah hadis disebutkan:
يَقُوْلُ اللّٰهُ تَعَالٰى وَعِزَّتِيْ وَجَلَالِيْ لَا يُجَاوِْزُنِي الْيَوْمَ ظُلْمُ ظَالِمٍ
( Allahﷻ berfirman, "Demi Keagungan dan Kemuliaan-Ku, pada hari (kiamat) ini Aku tidak akan melewatkan (pembalasan) suatu perbuatan zalim pun dari pelakunya. )
Di dalam hadis sahih disebutkan:
اِيَّاكُمْ وَالظُّلْمَ فَاِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وَالْخَيْبَةُ كُلَّ الْخَيْبَةِ مَنْ لَقِيَ اللّٰهَ وَهُوَ مُشْرِكٌ بِهٖ فَاِنَّ اللّٰهَ تَعَالٰى يَقُوْلُ اِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ
( "Janganlah kalian berbuat zalim, karena sesungguhnya perbuatan zalim itu merupakan kegelapan kelak di hari kiamat. Kekecewaan yang sesungguhnya ialah bagi orang yang menghadap kepada Allah, sedangkan ia dalam keadaan musyrik kepada-Nya. Karena sesungguhnya Allahﷻ telah berfirman, "Sesungguhnya perbuatan syirik itu benar-benar perbuatan zalim (dosa) yang besar. )