بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
وَذَرُوْا ظَاهِرَ الْاِثْمِ وَبَاطِنَهٗ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَكْسِبُوْنَ الْاِثْمَ سَيُجْزَوْنَ بِمَا كَانُوْا يَقْتَرِفُوْنَ ﴿١٢٠﴾
wa żarụ ẓāhiral-iṡmi wa bāṭinah, innallażīna yaksibụnal-iṡma sayujzauna bimā kānụ yaqtarifụn
Dan tinggalkanlah dosa yang terlihat ataupun yang tersembunyi. Sungguh, orang-orang yang mengerjakan (perbuatan) dosa kelak akan diberi balasan sesuai dengan apa yang mereka kerjakan.
Tafsir Surah Al-An`am Ayat: 120
Firman Allahﷻ:
وَذَرُوْا ظَاهِرَ الْاِثْمِ وَبَاطِنَهٗ
( Dan tinggalkanlah dosa yang tampak dan yang tersembunyi. ) (Al-An'am, 6:120)
*Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: ( Dan tinggalkanlah dosa yang tampak dan yang tersembunyi. ) (Al-An'am, 6:120)
*Makna yang dimaksud ialah perbuatan maksiat secara sembunyi-sembunyi dan secara terang-terangan. Menurut riwayat lain yang bersumberkan darinya, makna yang dimaksud ialah niat yang menggerakkannya untuk melakukan dosa.
*Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: ( Dan tinggalkanlah dosa yang tampak dan yang tersembunyi. ) (Al-An'am, 6:120) Yaitu dosa yang tersembunyi dan yang terang-terangan, yang sedikit dan yang banyak.
*Menurut As-Saddi, dosa yang tampak ialah berbuat zina dengan pelacur-pelacur yang dilokalisasi; sedangkan dosa yang tersembunyi ialah berbuat zina dengan kekasih (yang belum dikawini), teman, dan gundik.
*Menurut Ikrimah, dosa yang tampak ialah mengawini wanita yang masih ada kaitan mahram.
*Tetapi pendapat yang benar ialah yang mengatakan bahwa ayat ini mengandung makna yang umum mencakup keseluruhannya. Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan oleh Allahﷻ dalam ayat lain, yaitu firman-Nya:
قُلْ اِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ
( Katakanlah, "Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang tampak ataupun yang tersembunyi. ) (Al-A'raf, 7:33), hingga akhir ayat.
*Karena itulah dalam Firman selanjutnya disebutkan:
اِنَّ الَّذِيْنَ يَكْسِبُوْنَ الْاِثْمَ سَيُجْزَوْنَ بِمَا كَانُوْا يَقْتَرِفُوْنَ
( Sesungguhnya orang-orang yang mengerjakan dosa, kelak akan diberi pembalasan (pada hari kiamat) disebabkan apa yang telah mereka kerjakan. ) (Al-An'am, 6:120)
*Baik dosa yang terang-terangan ataupun yang tersembunyi, Allahﷻ pasti akan melakukan pembalasan yang setimpal terhadap para pelakunya.
*Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Arafah, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman ibnu Mahdi, dari Mu'awiyah ibnu Saleh, dari Abdur Rahman ibnu Jubair ibnu Nafir, dari ayahnya, dari An-Nawwas ibnu Sam'an yang mengatakan bahwa ia pernah bertanya kepada Rasulullahﷺ mengenai definisi dosa. Maka beliauﷺ menjawab melalui sabdanya:
الْاِثْمُ مَا حَاكَ فِيْ صَدْرِكَ وَكَرِهْتَ اَنْ يَطْلَعَ النَّاسُ عَلَيْهِ
( "Dosa itu ialah sesuatu yang terdetik dalam hatimu, sedangkan kamu tidak suka bila orang lain melihatnya. )