Tafsir Al-Qur'an Surah Al-A’raf Ayat 126

Tafsir Al-Qur'an Surah Al-A’raf Ayat 126

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ


وَمَا تَنْقِمُ مِنَّآ اِلَّآ اَنْ اٰمَنَّا بِاٰيٰتِ رَبِّنَا لَمَّا جَاۤءَتْنَا ۗرَبَّنَآ اَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَّتَوَفَّنَا مُسْلِمِيْنَ ﴿١٢٦

wa mā tangqimu minnā illā an āmannā bi`āyāti rabbinā lammā jā`atnā, rabbanā afrig 'alainā ṣabraw wa tawaffanā muslimīn

Dan engkau tidak melakukan balas dendam kepada kami, melainkan karena kami beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami.” (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan matikanlah kami dalam keadaan muslim (berserah diri kepada-Mu).”


Tafsir Ibnu Katsir

Tafsir Surah Al-A’raf Ayat: 126
Firman Allahﷻ:

رَبَّنَآ اَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا
( Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami. ) (Al-A'raf, 7:126)

Yakni curahkanlah kepada kami kesabaran dalam membela agama-Mu, dan teguhkanlah hati kami padanya.

وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِيْنَ
( dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri ) (kepada-Mu). (Al-A'raf, 7:126)

Maksudnya dalam keadaan mengikuti Nabi-Mu, yaitu Musa Dan mereka mengatakan kepada Fir'aun, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:

فَاقْضِ مَآ اَنْتَ قَاضٍ اِنَّمَا تَقْضِيْ هٰذِهِ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا۝ اِنَّآ اٰمَنَّا بِرَبِّنَا لِيَغْفِرَ لَنَا خَطٰيٰنَا وَمَآ اَكْرَهْتَنَا عَلَيْهِ مِنَ السِّحْرِ وَاللّٰهُ خَيْرٌ وَّاَبْقٰى۝ اِنَّهٗ مَنْ يَّأْتِ رَبَّهٗ مُجْرِمًا فَاِنَّ لَهٗ جَهَنَّمَ لَا يَمُوْتُ فِيْهَا وَلَا يَحْيٰى۝ وَمَنْ يَّأْتِهٖ مُؤْمِنًا قَدْ عَمِلَ الصّٰلِحٰتِ فَاُولٰۤىِٕكَ لَهُمُ الدَّرَجٰتُ الْعُلٰى۝
( Maka putuskanlah apa yang hendak kamu putuskan. Sesungguhnya kamu hanya akan dapat memutuskan pada kehidupan di dunia ini saja. Sesungguhnya kami telah beriman kepada Tuhan kami. agar Dia mengampuni kesalahan-kesalahan kami dan sihir yang telah kamu paksakan kepada kami melakukannya. Dan Allah lebih baik (pahala-Nya) dan lebih kekal (azab-Nya). Sesungguhnya barang siapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa, maka sesungguhnya baginya neraka Jahannam. Ia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup. Dan barang siapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal saleh, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia) ) (Tha Ha, 20:72 sampai 20:75)

*Pada pagi harinya mereka masih sebagai ahli sihir, tetapi pada akhirnya di petang hari mereka adalah para syuhada yang berbakti.

*Ibnu Abbas, Ubaid ibnu Umair, Qatadah, dan Ibnu Juraij mengatakan bahwa mereka pada permulaan siang hari sebagai ahli sihir, kemudian pada petang harinya menjadi para syuhada.


Tafsir Jalalain  Tafsir Muyassar