Tafsir Al-Qur'an Surah Al-Haqqah Ayat 42

Tafsir Al-Qur'an Surah Al-Haqqah Ayat 42

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ


وَلَا بِقَوْلِ كَاهِنٍۗ قَلِيْلًا مَّا تَذَكَّرُوْنَۗ ﴿٤٢

wa lā biqauli kāhin, qalīlam mā tażakkarụn

Dan bukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran darinya.


Tafsir Ibnu Katsir

Tafsir Surah Al-Haqqah Ayat: 42
*( 38-42. ) Allahﷻ bersumpah kepada makhluk-Nya dengan menyebut segala sesuatu yang disaksikan oleh mereka, yaitu tanda-tanda kekuasaan-Nya yang terdapat pada semua makhluk-Nya, yang menunjukkan kesempurnaan-Nya dalam asma-asma dan sifat-sifat-Nya. Dia juga bersumpah kepada mereka dengan menyebut semua perkara gaib yang tidak dapat dilihat oleh mereka, bahwa sesungguhnya Al-Qur'an ini adalah kalam-Nya dan wahyu-Nya yang diturunkan-Nya kepada hamba dan rasul-Nya yang telah Dia pilih untuk menyampaikan risalah dan menunaikan amanat-Nya. Untuk itu Allahﷻ berfirman:

فَلَآ اُقْسِمُ بِمَا تُبْصِرُوْنَ وَمَا لَا تُبْصِرُوْنَ اِنَّهٗ لَقَوْلُ رَسُوْلٍ كَرِيْمٍ
( Maka Aku, bersumpah dengan apa yang kamu lihat. Dan dengan apa yang tidak kamu lihat. Sesungguhnya Al-Qur'an itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia. ) (Al-Haqqah, 69:38-69:40)

Yakni Nabi Muhammadﷺ, lalu di-mudaf-kan kepadanya dengan mengandung makna tablig (menyampaikan), karena sesungguhnya tugas rasul itu ialah menyampaikan apa yang dititipkan kepadanya. Untuk itulah maka di-mudaf-kan pula makna ini kepada malaikat yang dipercaya untuk menyampaikannya, sebagaimana yang terdapat di dalam surat At-Takwir, yaitu:

اِنَّهٗ لَقَوْلُ رَسُوْلٍ كَرِيْمٍ ذِيْ قُوَّةٍ عِنْدَ ذِى الْعَرْشِ مَكِيْنٍ مُّطَاعٍ ثَمَّ اَمِيْنٍ
( Sesungguhnya Al-Qur'an itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril), yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi disisi Allah yang mempunyai 'Arasy yang ditaati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya. ) (At-Takwir, 81:19-81:21)

*Yang ini adalah malaikat yang menyampaikannya dari Allah kepada Nabiﷺ yaitu Jibril. Kemudian disebutkan dalam firman berikutnya:

وَمَا صَاحِبُكُمْ بِمَجْنُوْنٍ
( Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah sekali-kali orang yang gila. ) (At-Takwir, 81:22) Yaitu temanmu Muhammadﷺ

وَلَقَدْ رَاٰهُ بِالْاُفُقِ الْمُبِيْنِ
( Dan sesungguhnya Muhammad itu meIihat Jibril di ufuk yang terang. ) (At-Takwir, 81:23)

Yakni Nabi Muhammadﷺ melihat rupa asli Malaikat Jibril.

وَمَا هُوَ عَلَى الْغَيْبِ بِضَنِيْنٍ
( Dan dia (Muhammad) bukanlah seorang yang bakhil untuk menerangkan yang gaib. ) (At-Takwir, 81:24)

Maksudnya, dia bukanlah orang yang menerka-nerka yang gaib.

وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَيْطٰنٍ رَّجِيْمٍ
( Dan Al-Qur'an itu bukanlah perkataan setan yang terkutuk. ) (At-Takwir, 81:25)

*Maka demikian pula yang disebutkan dalam surat ini melalui firman-Nya:

وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَاعِرٍ قَلِيْلًا مَّا تُؤْمِنُوْنَ وَلَا بِقَوْلِ كَاهِنٍ قَلِيْلًا مَّا تَذَكَّرُوْنَ
( Dan Al-Qur'an itu bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu beriman kepadanya. Dan bukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran darinya. ) (Al-Haqqah, 69:41-69:42)

*Terkadang Allah meng-idafah-kan kepada malaikat yang diutus-Nya, terkadang meng-idafah-kannya (mengaitkan Al-Qur'an) kepada manusia yang diutus-Nya, karena masing-masing dari keduanya bertugas menyampaikan wahyu dan kalam-Nya yang dipercayakan kepadanya. Karena itulah maka disebutkan dalam firman berikutnya:


Tafsir Jalalain  Tafsir Muyassar