بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
اَمْ لَهُمْ نَصِيْبٌ مِّنَ الْمُلْكِ فَاِذًا لَّا يُؤْتُوْنَ النَّاسَ نَقِيْرًاۙ ﴿٥٣﴾
am lahum naṣībum minal-mulki fa iżal lā yu`tụnan-nāsa naqīrā
Ataukah mereka mempunyai bagian dari kerajaan (kekuasaan), meskipun mereka tidak akan memberikan sedikit pun (kebajikan) kepada manusia,
Tafsir Surah An-Nisa` Ayat: 53
Allahﷻ telah berfirman:
اَمْ لَهُمْ نَصِيْبٌ مِّنَ الْمُلْكِ
( Ataukah ada bagi mereka bagian dari kerajaan? ) (An-Nisa, 4:53)
*Istifham atau kata tanya dalam ayat ini menunjukkan makna istifham ingkari (kata tanya yang negatif), yakni mereka tidak memperoleh bagian dari kerajaan itu.
*Kemudian Allahﷻ menyebutkan sifat mereka yang kikir melalui firman berikutnya, yaitu:
فَاِذًا لَّا يُؤْتُوْنَ النَّاسَ نَقِيْرًا
( Kendatipun ada, mereka tidak akan memberikan sedikit pun (kebajikan) kepada manusia. ) (An-Nisa, 4:53)
*Karena sekalipun mereka memperoleh bagian dari kerajaan itu dan kekuasaan, niscaya mereka tidak akan memberikan suatu kebajikan pun kepada orang lain, terlebih lagi kepada Nabi Muhammad .ﷺ Yang dimaksud dengan NAQIR ialah secuil tembaga yang ada di dalam sebuah biji, menurut pendapat Ibnu Abbas dan kebanyakan ulama. Ayat ini semakna dengan ayat lain, yaitu firman-Nya:
قُلْ لَّوْ اَنْتُمْ تَمْلِكُوْنَ خَزَاۤىِٕنَ رَحْمَةِ رَبِّيْٓ اِذًا لَّاˆمْسَكْتُمْ خَشْيَةَ الْاِنْفَاقِ
( Katakanlah, "Seandainya kalian menguasai perbendaharaan-perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya perbendaharaan itu kalian tahan, karena takut membelanjakannya. ) (Al-Isra, 17:100)
Dengan kata lain, karena kalian merasa takut perbendaharaan yang ada di tangan kalian itu akan habis, padahal perbendaharaan rahmat Allah itu tidak ada habis-habisnya. Sesungguhnya sikap demikian itu hanyalah terdorong oleh sikap kikir dan sikap pelit kalian sendiri. Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:
وَكَانَ الْاِنْسَانُ قَتُوْرًا
( Dan adalah manusia itu sangat kikir. ) (Al-Isra, 17:100)