بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
قُلْ هَلْ اُنَبِّئُكُمْ بِشَرٍّ مِّنْ ذٰلِكَ مَثُوْبَةً عِنْدَ اللّٰهِ ۗمَنْ لَّعَنَهُ اللّٰهُ وَغَضِبَ عَلَيْهِ وَجَعَلَ مِنْهُمُ الْقِرَدَةَ وَالْخَنَازِيْرَ وَعَبَدَ الطَّاغُوْتَۗ اُولٰۤىِٕكَ شَرٌّ مَّكَانًا وَّاَضَلُّ عَنْ سَوَاۤءِ السَّبِيْلِ ﴿٦٠﴾
qul hal unabbi`ukum bisyarrim min żālika maṡụbatan 'indallāh, mal la'anahullāhu wa gaḍiba 'alaihi wa ja'ala min-humul-qiradata wal-khanāzīra wa 'abadaṭ-ṭāgụt, ulā`ika syarrum makānaw wa aḍallu 'an sawā`is-sabīl
Katakanlah (Muhammad), “Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang fasik) di sisi Allah? Yaitu, orang yang dilaknat dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah Thaghut.” Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus.
Tafsir Surah Al-Ma`idah Ayat: 60
Firman Allahﷻ:
قُلْ هَلْ اُنَبِّئُكُمْ بِشَرٍّ مِّنْ ذٰلِكَ مَثُوْبَةً عِنْدَ اللّٰهِ
( Katakanlah, "Apakah akan aku beri tahukan kepada kalian tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya daripada (orang-orang fasik) itu di sisi Allah? ) (Al-Maidah, 5:60)
Yakni apakah harus aku ceritakan kepada kalian pembalasan yang lebih buruk daripada apa yang kalian duga terhadap kami kelak di hari kiamat di sisi Allah? Yang melakukan demikian itu adalah kalian sendiri, karena semua sifat yang disebutkan oleh Allahﷻ melalui firman-Nya ada pada kalian, yaitu:
مَنْ لَّعَنَهُ اللّٰهُ وَغَضِبَ عَلَيْهِ
( yaitu orang-orang yang dikutuk dan dimurkai Allah. ) (Al-Maidah, 5:60)
*Dikutuk artinya "dijauhkan dari rahmat-Nya, dan dimurkai artinya "Allah murka kepada mereka dengan murka yang tidak akan reda sesudahnya untuk selama-lamanya.
وَجَعَلَ مِنْهُمُ الْقِرَدَةَ وَالْخَنَازِيْرَ
( di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi. ) (Al-Maidah, 5:60)
*Seperti yang telah disebutkan di dalam surat Al-Baqarah dan seperti yang akan diterangkan nanti dalam tafsir surat Al-A'raf.
*Sufyan As-Sauri telah meriwayatkan dari Alqamah ibnu Marsad, dari Al-Mugirah ibnu Abdullah, dari Al-Ma'rur ibnu Suwaid, dari Ibnu Mas'ud yang mengatakan bahwa Rasulullahﷺ pernah ditanya mengenai kera dan babi, apakah kedua binatang itu berasal dari kutukan Allah. Maka beliauﷺ menjawab:
اِنَّ اللّٰهَ لَمْ يُهْلِكْ قَوْمًا -اَوْ قَالَ لَمْ يَمْسَخْ قَوْمًا- فَيَجْعَلْ لَهُمْ نَسْلًا وَلَا عَقِبًا وَاِنَّ الْقِرَدَةَ وَالْخَنَازِيْرَ كَانَتْ قَبْلَ ذٰلِكَ
( "Sesungguhnya Allah tidak pernah membinasakan suatu kaum -atau beliau mengatakan bahwa Allah belum pernah mengutuk suatu kaum- lalu menjadikan bagi mereka keturunan dan anak cucunya. Dan sesungguhnya kera dan babi telah ada sebelum peristiwa kutukan itu. )
*Imam Muslim meriwayatkannya melalui hadis Sufyan As-Sauri dan Mis'ar, keduanya dari Mugirah ibnu Abdullah Al-Yasykuri dengan lafaz yang sama.
*Abu Daud At-Tayalisi mengatakan, telah menceritakan kepada kami Daud ibnu Abul Furat, dari Muhammad ibnu Zaid, dari Abul A'yan Al-Ma'badi, dari Abul Ahwas, dari Ibnu Mas'ud yang menceritakan bahwa kami pernah bertanya kepada Rasulullahﷺ tentang kera dan babi, apakah kera dan babi yang ada sekarang merupakan keturunan dari orang-orang Yahudi yang dikutuk Allahﷻ Maka Rasulullahﷺ menjawab:
لَا اِنَّ اللّٰهَ لَمْ يَلْعَنْ قَوْمًا فَيَمْسَخُهُمْ فَكَانَ لَهُمْ نَسْلٌ وَلَكِنْ هٰذَا خَلْقٌ كَانَ فَلَمَّا غَضِبَ اللّٰهُ عَلَى الْيَهُوْدِ فَمَسَخَهُمْ جَعَلَهُمْ مِثْلَهُمْ
( "Tidak, sesungguhnya Allah sama sekali belum pernah mengutuk suatu kaum, lalu membiarkan mereka berketurunan. Tetapi kera dan babi yang ada merupakan makhluk yang telah ada sebelumnya. Dan ketika Allah murka terhadap orang-orang Yahudi, maka Dia mengutuk mereka dan menjadikan mereka seperti kera dan babi. )
*Imam Ahmad meriwayatkannya melalui hadis Daud ibnu Abul Furat dengan lafaz yang sama
*Ibnu Murdawaih mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdul Baqi, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Ishaq ibnu Saleh, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Mahbub, telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz ibnul Mukhtar, dari Daud ibnu Abu Hindun, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas yang menceritakan bahwa Rasulullahﷺ telah bersabda:
اَلْحَيَّاتُ مَسْخُ الْجِنِّ كَمَا مُسِخَتِ الْقِرَدَةُ وَالْخَنَازِيْرُ
( "Ular adalah jin yang telah dikutuk sebagaimana kera dan babi adalah hewan kutukan. )
Hadis ini garib sekali.
*******
Firman Allahﷻ:
وَعَبَدَ الطَّاغُوْتَ
( dan (orang-orang yang) menyembah tagut. ) (Al-Maidah, 5:60)
*Dibaca ( 'abadath thāghūt ) karena berupa fi'il madi, sedangkan lafaz ( thaghut ) di-nasab-kan olehnya, yakni "dan Allah menjadikan di antara mereka orang yang menyembah tagut. Dibaca ( 'abdath thāghūt ) dengan di-mudaf-kan artinya adalah "dan Allah menjadikan di antara mereka orang-orang yang mengabdi kepada tagut, yakni pengabdi dan budak tagut. Ada pula yang membacanya ( 'ubadath thāghūt ) dalam bentuk Jam'ul jami'; bentuk tunggalnya adalah 'abdun, bentuk jamaknya adalah tabidun, sedangkan bentuk jam'ul jami'-nya adalah 'ubudun, perihalnya sama dengan lafaz simarun yang bentuk jam'ul jami '-nya adalah sumurun. Demikianlah menurut Riwayat Ibnu Jarir dan Al A'masy.
*Ibnu Jarir telah meriwayatkan dari Al-A'masy; diriwayatkan dari Buraidah Al-Aslami bahwa ia membacanya ( wa 'abidath thāghūt ). Sedangkan menurut qiraah dari Ubay dan Ibnu Mas'ud disebutkan ( wa 'abaduth thāghūt ). Ibnu Jarir telah meriwayatkan dari Abu Ja'far Al-Qari' bahwa dia membacanya ( wa 'ubidath thāghūt ) dengan anggapan sebagai maf'ul dari fi'il yang tidak disebutkan fail-nya, tetapi bacaan ini dinilai oleh Ibnu Jarir jauh dari makna. Padahal menurut makna lahiriahnya hal ini tidak jauh dari makna yang dimaksud, mengingat ungkapan ini termasuk ke dalam Bab "Ta'rid (Sindiran) terhadap mereka. Dengan kata lain, telah disembah tagut di kalangan kalian, dan kalianlah orang-orang yang melakukannya
*Semua qiraah yang telah disebutkan di atas mempunyai kesimpulan makna yang menyatakan bahwa sesungguhnya kalian, hai Ahli Kitab, yang mencela agama kami, yaitu agama yang menauhidkan dan mengesakan Allah dalam menyembah-Nya tanpa ada selain-Nya; maka mengapa timbul dari kalian sikap seperti itu, padahal semua yang telah disebutkan ada pada diri kalian. Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:
اُولٰۤىِٕكَ شَرٌّ مَّكَانًا
( Mereka itu lebih buruk tempatnya. ) (Al-Maidah, 5:60)
Yakni lebih buruk daripada apa yang kalian duga dan kalian tuduhkan terhadap kami.
وَاَضَلُّ عَنْ سَوَاۤءِ السَّبِيْلِ
( dan lebih tersesat dari jalan yang lurus. ) (Al-Maidah, 5:60)
*Ungkapan, ini termasuk ke dalam Bab "Pemakaian Af'al Tafdil Tanpa Menyebutkan Pembanding pada Sisi yang Lainnya, perihalnya sama dengan makna yang terdapat di dalam firman lainnya, yaitu:
اَصْحٰبُ الْجَنَّةِ يَوْمَىِٕذٍ خَيْرٌ مُّسْتَقَرًّا وَّاَحْسَنُ مَقِيْلًا
( Penghuni-penghuni surga pada hari itu paling baik tempat tinggalnya dan paling indah tempat istirahatnya. ) (Al-Furqan, 25:24)