Tafsir Al-Qur'an Surah Al-Hijr Ayat 78

Tafsir Al-Qur'an Surah Al-Hijr Ayat 78

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ


وَاِنْ كَانَ اَصْحٰبُ الْاَيْكَةِ لَظٰلِمِيْنَۙ ﴿٧٨

wa ing kāna aṣ-ḥābul-aikati laẓālimīn

Dan sesungguhnya penduduk Aikah itu benar-benar kaum yang zalim,


Tafsir Ibnu Katsir

Tafsir Surah Al-Hijr Ayat: 78
*( 78-79. ) Penduduk kota Aikah adalah kaum Nabi Syu'aib.

*Ad-Dahhak, Qatadah, dan yang lainnya mengatakan bahwa Aikah adalah nama sebuah pohon rindang (yang ada di kota itu).

* Perbuatan zalim mereka ialah karena mereka mempersekutukan Allah, gemar merampok (orang-orang yang lewat), serta gemar mengurangi takaran dan timbangan. Maka Allah menghukum mereka dengan teriakan yang mengguntur, gempa dan azab di hari mereka dinaungi awan.

*Mereka berada di dekat kaum Lut sesudah kaum Lut binasa, dan hal itu pertanda tempat tinggal mereka berdampingan. Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:

وَاِنَّهُمَا لَبِاِمَامٍ مُّبِيْنٍ
( Dan sesungguhnya kedua kota itu benar-benar terletak di jalan umum yang terang. ) (Al-Hijr, 15:79)

*Menurut Ibnu Abbas, Mujahid, Ad-Dahhak, dan lain-lainnya, makna ( imāmim mubīn ) dalam ayat ini ialah jalan umum yang terang.

*Karena itulah ketika Nabi Syu'aib memperingatkan kaumnya mengatakan dalam ancamannya yang disitir oleh Allahﷻ melalui firman-Nya: ( sedangkan kaum Lut tidak (pula) jauh (tempatnya) dari kalian. ) (Hud, 11:89)


Tafsir Jalalain  Tafsir Muyassar