بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
فَاَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ بِجُنُوْدِهٖ فَغَشِيَهُمْ مِّنَ الْيَمِّ مَا غَشِيَهُمْ ۗ ﴿٧٨﴾
fa atba'ahum fir'aunu bijunụdihī fa gasyiyahum minal-yammi mā gasyiyahum
Kemudian Fir‘aun dengan bala tentaranya mengejar mereka, tetapi mereka digulung ombak laut yang menenggelamkan mereka.
Tafsir Surah Ta Ha Ayat: 78
*( 78-79. ) AL-YAMM artinya laut. Lafaz ( mā ghāsyiyahum ) diucapkan terhadap apa yang sudah terkenal dan diketahui, seperti pengertian yang terdapat di dalam firman Allahﷻ:
وَالْمُؤْتَفِكَةَ اَهْوٰى فَغَشّٰىهَا مَا غَشّٰى
( dan negeri-negeri kaum Lut yang telah dihancurkan Allah, lalu Allah menimpakan atas negeri itu azab besar yang menimpanya. ) (An-Najm, 53:53-53:54)
Dan perkataan seorang penyair, yaitu:
اَنَا۠ اَبُو النَّجْمِ وَشِعْرِيْ شِعْرِيْ
( Aku adalah Abun Najm dan syairku adalah syairku. )
Yakni sesuatu yang telah dikenal dan termasyhur. Dan sebagaimana Fir'aun berada di depan tentaranya, lalu membawa mereka ke dalam laut, sehingga mereka sesat; dia tidak memberi mereka petunjuk ke jalan yang benar. Maka demikian pula kelak keadaannya di hari kiamat, Fir'aun berada di depan mereka dan membimbing mereka ke dalam neraka. Sesungguhnya neraka itu adalah seburuk-buruk tempat yang didatangi.