بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
وَلَقَدْ كَذَّبَ اَصْحٰبُ الْحِجْرِ الْمُرْسَلِيْنَۙ ﴿٨٠﴾
wa laqad każżaba aṣ-ḥābul-ḥijril-mursalīn
Dan sesungguhnya penduduk negeri Hijr benar-benar telah mendustakan para rasul (mereka),
Tafsir Surah Al-Hijr Ayat: 80
*( 80-82. ) Penduduk kota Al-Hijr adalah kaum Samud yang mendustakan Nabi Saleh. Barang siapa yang mendustakan seorang rasul, berarti dia mendustakan semua rasul. Karena itulah dalam ayat ini disebutkan bahwa mereka mendustakan rasul-rasul Allah. Allah menyebutkan pula bahwa Dia telah mendatangkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan-Nya yang menunjukkan kebenaran dari apa yang disampaikan oleh Nabi Saleh kepada mereka, yaitu seperti unta betina yang dikeluarkan oleh Allah dari batu besar kepada mereka berkat doa Nabi Saleh. Unta itu hidup bebas di kota mereka dan mempunyai jadwal hari minumnya tersendiri, sedangkan mereka pun mempunyai jadwal hari minumnya pula yang telah ditentukan. Akan tetapi, setelah mereka bersikap kelewat batas dan berani menyembelih unta itu, maka Saleh berkata kepada mereka:
تَمَتَّعُوْا فِيْ دَارِكُمْ ثَلٰثَةَ اَيَّامٍ ذٰلِكَ وَعْدٌ غَيْرُ مَكْذُوْبٍ
( Bersuka rialah kalian di rumah kalian selama tiga hari, itu adalah janji yang tidak dapat didustakan. ) (Hud, 11:65)
Allahﷻ menyebutkan dalam firman-Nya:
وَاَمَّا ثَمُوْدُ فَهَدَيْنٰهُمْ فَاسْتَحَبُّوا الْعَمٰى عَلَى الْهُدٰى
( Dan adapun kaum Samud, maka mereka telah Kami beri petunjuk, tetapi mereka lebih menyukai buta (kesesatan) dari petunjuk itu. ) (Fushshilat, 41:17)
Dan Allahﷻ menyebutkan perihal mereka melalui firman-Nya:
وَكَانُوْا يَنْحِتُوْنَ مِنَ الْجِبَالِ بُيُوْتًا اٰمِنِيْنَ
( dan mereka memahat rumah-rumah dari gunung-gunung batu (yang didiami) dengan aman. ) (Al-Hijr, 15:82)
Artinya, mereka membuat rumah-rumahnya di dalam gunung-gunung batu dengan memahatnya, padahal mereka tidak dalam ketakutan dan tidak memerlukan itu, melainkan mereka lakukan hal itu atas dorongan keangkuhan, kecongkakan serta kejahatan mereka.
*Hal tersebut masih dapat terlihat dari bekas-bekas peninggalan mereka di Lembah Al-Hijr, yang Nabiﷺ pernah melewatinya di saat beliau pergi ke Medan Tabuk. Di saat melewatinya Nabiﷺ menundukkan kepalanya dan memacu kendaraannya dengan cepat serta bersabda kepada para sahabatnya:
لَا تَدْخُلُوْا بُيُوْتَ الْقَوْمِ الْمُعَذَّبِيْنَ اِلَّا اَنْ تَكُوْنُوْا بَاكِيْنَ فَاِنْ لَمْ تَبْكُوْا فَتَبَاكُوْا خَشْيَةَ اَنْ يُصِيْبَكُمْ مَا اَصَابَهُمْ
( "Janganlah kalian memasuki tempat tinggal kaum yang telah diazab melainkan kalian dalam keadaan menangis. Jika kalian tidak dapat menangis sungguhan, maka berpura-pura menangislah kalian, karena dikhawatirkan kalian akan tertimpa apa yang telah menimpa mereka. )