بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
بَلٰى مَنْ كَسَبَ سَيِّئَةً وَّاَحَاطَتْ بِهٖ خَطِيْۤـَٔتُهٗ فَاُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ ﴿٨١﴾
balā mang kasaba sayyi`ataw wa `aḥāṭat bihī khaṭī`atuhụ fa ulā`ika aṣ-ḥābun-nār, hum fīhā khālidụn
Bukan demikian! Barangsiapa berbuat keburukan, dan dosanya telah menenggelamkannya, maka mereka itu penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.
Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat: 81
*Melalui ayat ini Allahﷻ menyangkal bahwa perkaranya tidaklah seperti apa yang kalian angan-angankan, tidak pula seperti yang kalian inginkan, melainkan perkara yang sesungguhnya ialah barang siapa yang berbuat dosa hingga dosa meliputi dirinya, maka dia menjadi penghuni neraka. Yaitu orang yang datang pada hari kiamat tanpa membawa suatu amal kebaikan pun, bahkan semua amal perbuatannya hanyalah dosa-dosa belaka.
*Muhammad ibnu Ishaq meriwayatkan, telah menceritakan kepadaku Muhammad ibnu Abu Muhammad, dari Sa'id atau Ikrimah, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan firman-Nya: ( (Bukan demikian), yang benar, barang siapa berbuat dosa. ) (Al-Baqarah, 2:81) Maksudnya, melakukan amal seperti amal kalian dan kufur seperti kufur kalian, hingga kekufuran meliputi dirinya dan tiada suatu amal kebaikan pun yang ada pada dirinya.
*Menurut riwayat yang lain, dari Ibnu Abbas, yang dimaksud dengan ( sayyi`ah ) dalam ayat ini ialah kemusyrikan.
*Ibnu Abu Hatim mengatakan, hal yang semisal dengan riwayat di atas telah diriwayatkan dari Abu Wa-il, Abul Aliyah, Mujahid, Ikrimah, Al-Hasan, Qatadah, dan Ar-Rabi' ibnu Anas.
*Al-Hasan dan As-Saddi mengatakan pula bahwa ( as-sayyi`ah ) dalam ayat ini ialah suatu dosa besar.
*Ibnu Juraij mengatakan dari Mujahid sehubungan dengan firman-Nya: ( Dan ia telah diliputi oleh dosanya ) (Al-Baqarah, 2:81) Yang dimaksud dengan ( bihī ) ialah ( biqalbihī ), yakni dan hatinya telah diliputi oleh dosanya.
*Abu Hurairah, Abu Wa-il, Ata, dan Al-Hasan telah mengatakan sehubungan dengan firman-Nya ini, bahwa kemusyrikan telah meliputi dirinya.
*Al-A'masy -dari Abu Razin, dari Ar-Rabi' ibnu Khaisam- sehubungan dengan firman-Nya ini mengatakan bahwa yang dimaksud oleh ayat tersebut ialah orang yang mati dengan membawa semua dosanya sebelum melakukan tobat. Hal yang semisal telah diriwayatkan dari As-Saddi serta Abu Razin.
*Abul Aliyah, Mujahid, dan Al-Hasan dalam riwayat yang lain -juga Qatadah serta Ar-Rabi' ibnu Anas- sehubungan dengan makna firman-Nya ini mengatakan bahwa yang dimaksud dengan ( khathī-ah ) ialah dosa besar yang memastikan pelakunya masuk neraka.
*Semua pendapat yang disebutkan di atas mempunyai pengertian yang hampir sama.
*Sehubungan dengan hal ini layak kiranya bila disebutkan sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, bahwa, telah menceritakan kepada kami Sulaiman ibnu Daud, telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Qatadah, dari Abdur Rabbih, dari Abu Iyad, dari Abdullah ibnu Mas'ud£ yang mengatakan bahwa Rasulullahﷺ pernah bersabda:
اِيَّاكُمْ وَمُحَقَّرَاتِ الذُّنُوْبِ فَاِنَّهُنَّ يَجْتَمِعْنَ عَلَى الرَّجُلِ حَتّٰى يُهْلِكْنَهُ
( "Hati-hatilah kalian terhadap dosa-dosa kecil, karena sesungguhnya dosa-dosa kecil itu akan menumpuk pada seseorang, lalu membinasakannya. )
Sesungguhnya Rasulullahﷺ pernah membuat suatu perumpamaan kepada mereka sehubungan dengan dosa kecil ini, perihalnya sama dengan suatu kaum yang turun istirahat di suatu tempat yang lapang (padang pasir). Kemudian orang yang mengatur urusan kaum ini tiba, maka ia memerintahkan kepada seseorang untuk pergi mengambil kayu bakar, lalu orang itu datang dengan membawa kayu bakar. Si pemimpin memerintahkan lagi kepada yang lainnya untuk mendatangkan kayu bakar; demikian seterusnya hingga mereka berhasil mengumpulkan setumpukan besar kayu api, lalu mereka membakar kayu api itu hingga semua yang mereka lemparkan ke dalamnya menjadi hangus.