بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
لَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ اِلٰى مَا مَتَّعْنَا بِهٖٓ اَزْوَاجًا مِّنْهُمْ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِلْمُؤْمِنِيْنَ ﴿٨٨﴾
lā tamuddanna 'ainaika ilā mā matta'nā bihī azwājam min-hum wa lā taḥzan 'alaihim wakhfiḍ janāḥaka lil-mu`minīn
Jangan sekali-kali engkau (Muhammad) tujukan pandanganmu kepada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka (orang kafir), dan jangan engkau bersedih hati terhadap mereka dan berendah hatilah engkau terhadap orang yang beriman.
Tafsir Surah Al-Hijr Ayat: 88
Firman Allahﷻ:
لَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ اِلٰى مَا مَتَّعْنَا بِهٖٓ اَزْوَاجًا مِّنْهُمْ
( Janganlah sekali-kali kamu menunjukkan pandanganmu kepada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka (orang-orang kafir itu). ) (Al-Hijr, 15:88)
Maksudnya, merasa cukuplah kamu dengan Al-Qur'an yang telah dianugerahkan oleh Allah kepadamu, dan janganlah kamu menginginkan kesenangan duniawi dan kegemerlapannya yang fana yang diberikan kepada mereka (orang-orang kafir itu). Berdasarkan makna ayat ini Ibnu Uyaynah mengartikan hadis sahih yang mengatakan:
لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَتَغَنَّ بِالْقُرْاٰنِ
( "Bukanlah termasuk golongan kami orang yang tidak melagukan bacaan Al-Qur'an. )
*Bahwa yang dimaksud dengan YATAGHANNA ialah tidak merasa cukup dengan Al-Qur'an dari yang lainnya. Interpretasi ini memang sahih, tetapi bukanlah makna yang dimaksud dari hadis, seperti yang telah kami jelaskan dalam permulaan tafsir ini.
*Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah diceritakan dari Waki' ibnul Jarrah, bahwa telah menceritakan kepada kami Musa ibnu Ubaidah, dari Yazid ibnu Abdullah ibnu Qasit, dari Abu Rafi' (sahabat Nabiﷺ) yang mengatakan bahwa Nabiﷺ menjamu sejumlah tamu, padahal Nabiﷺ tidak mempunyai sesuatu yang akan disuguhkan kepada tamu-tamunya itu. Maka beliauﷺ mengirimkan seseorang kepada seorang Yahudi untuk menyampaikan, "Muhammad, utusan Allah, berpesan kepadamu: Berilah ia utang tepung gandum yang akan dibayar pada permulaan bulan Rajab. Tetapi lelaki Yahudi itu menolaknya kecuali dengan jaminan. Maka si utusan (perawi sendiri) kembali kepada Nabiﷺ dan menceritakan kepadanya apa yang dikatakan oleh si Yahudi itu. Maka Nabiﷺ bersabda, "Ingatlah, demi Allah, sesungguhnya aku benar-benar kepercayaan semua orang yang ada di langit dan yang ada di bumi. Dan jikalau dia memberiku utang atau menjualnya kepadaku, pasti aku akan membayarnya. Setelah aku keluar dari sisi Nabiﷺ, turunlah firman Allahﷻ: ( Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia. ) (Tha Ha, 20:131) Seakan-akan Allahﷻ menghiburnya dari perkara duniawi.
*Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: ( Janganlah sekali-kali kamu menunjukkan pandanganmu. ) (Al-Hijr, 15:88) Bahwa Allahﷻ melarang seseorang mengharapkan apa yang menjadi milik temannya.
*Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: ( kepada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka. ) (Al-Hijr, 15:88) Menurutnya, yang dimaksud dengan mereka adalah orang-orang kaya.