بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
قَالُوْا يٰشُعَيْبُ مَا نَفْقَهُ كَثِيْرًا مِّمَّا تَقُوْلُ وَاِنَّا لَنَرٰىكَ فِيْنَا ضَعِيْفًا ۗوَلَوْلَا رَهْطُكَ لَرَجَمْنٰكَ ۖوَمَآ اَنْتَ عَلَيْنَا بِعَزِيْزٍ ﴿٩١﴾
qālụ yā syu'aibu mā nafqahu kaṡīram mimmā taqụlu wa innā lanarāka fīnā ḍa'īfā, walau lā rahṭuka larajamnāka wa mā anta 'alainā bi'azīz
Mereka berkata, “Wahai Syuaib! Kami tidak banyak mengerti tentang apa yang engkau katakan itu, sedang kenyataannya kami memandang engkau seorang yang lemah di antara kami. Kalau tidak karena keluargamu, tentu kami telah merajam engkau, sedang engkau pun bukan seorang yang berpengaruh di lingkungan kami.”
Tafsir Surah Hud Ayat: 91
Mereka mengatakan:
يٰشُعَيْبُ مَا نَفْقَهُ كَثِيْرًا مِّمَّا تَقُوْلُ
( Hai Syu'aib, kami tidak banyak mengerti. ) (Hud, 11:91)
Maksudnya, kami tidak banyak memahami perkataanmu itu.
وَاِنَّا لَنَرٰىكَ فِيْنَا ضَعِيْفًا
( dan sesungguhnya kami benar-benar melihat kamu seorang yang lemah. ) (Hud, 11:91)
*Sa' id ibnu Jubair dan As-Sauri mengatakan, Nabi Syu'aib adalah seorang yang tuna netra. As-Sauri mengatakan bahwa Nabi Syu'aib dijuluki sebagai juru bicara para nabi.
*As-Saddi mengatakan sehubungan dengan firman-Nya: ( Dan sesungguhnya kami benar-benar melihat kamu seorang yang lemah di antara kami. ) (Hud, 11:91) Bahwa yang dimaksud 'lemah' ialah karena dia sendirian.
*Abu Rauq mengatakan bahwa mereka bermaksud bahwa dia adalah orang yang hina, karena kaum kerabatnya tidak memeluk agamanya.
وَلَوْلَا رَهْطُكَ لَرَجَمْنٰكَ
( kalau tidaklah karena keluargamu, tentulah kami telah merajam kamu. ) (Hud, 11:91)
*Yang dimaksud dengan rahtun ialah kaum, yakni 'seandainya tidaklah karena kaummu yang kami hormati, niscaya kami akan merajam kamu'. Menurut suatu pendapat dengan batu, sedangkan menurut pendapat yang lainnya mengatakan dengan caci maki.
وَمَآ اَنْتَ عَلَيْنَا بِعَزِيْزٍ
( sedangkan kamu pun bukanlah seorang yang berwibawa di sisi kami. ) (Hud, 11:91)
Artinya, kamu bukanlah orang yang berwibawa di kalangan kami.