Tafsir Al-Qur'an Surah Maryam Ayat 91

Tafsir Al-Qur'an Surah Maryam Ayat 91

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ


اَنْ دَعَوْا لِلرَّحْمٰنِ وَلَدًا ۚ ﴿٩١

an da'au lir-raḥmāni waladā

karena mereka menganggap (Allah) Yang Maha Pengasih mempunyai anak.


Tafsir Ibnu Katsir

Tafsir Surah Maryam Ayat: 91
( 90-91. ) Firman Allahﷻ:

تَكَادُ السَّمٰوٰتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنْشَقُّ الْاَرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّا۝ اَنْ دَعَوْا لِلرَّحْمٰنِ وَلَدًا۝
( hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwakan Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. ) (Maryam, 19:90-19:91)

Yakni hampir-hampir akan terjadi hal tersebut karena ucapan yang dikeluarkan oleh orang-orang durhaka dari kalangan Bani Adam, karena kebesaran dan keagungan Allahﷻ semuanya adalah makhluk Allah dan diciptakan ntuk mengesakan-Nya. Tidak ada Tuhan selain Allah, tiada sekutu dan tiada tandingan bagi-Nya, tiada beranak, tiada beristri, dan tiada yang menyamai-Nya; bahkan Dia adalah Yang Maha Esa, bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Pada tiap-tiap sesuatu terdapat tanda yang menunjukkan bahwa Dia Yang Maha Esa.

*Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Ali, telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Mu'awiyah, dari Ali, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: ( hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwakan Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. ) (Maryam, 19:90-19:91) Bahwa kemusyrikan itu membuat terkejut langit, bumi, gunung-gunung, serta semua makhluk kecuali jin dan manusia; dan hampir-hampir semuanya lenyap karenanya disebabkan kebesaran Allahﷻ Untuk itu sebagaimana tidak memberi manfaat amal baik orang musyrik karena kemusyrikannya, kita berharap semoga Allah memberikan ampunan terhadap dosa-dosa ahli tauhid.

Rasulullahﷺ telah bersabda:

لَقِّنُوْا مَوْتَاكُمْ شَهَادَةَ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ فَمَنْ قَالَهَا عِنْدَ مَوْتِهٖ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ
( "Ajarilah orang-orang mati kalian bacaan syahadat, yaitu 'Tidak ada Tuhan selain Allah'. Barang siapa yang membacanya di saat meregang nyawa, wajib baginya masuk surga. )

*Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimanakah dengan orang yang membacanya dalam masa sehatnya?' Rasulullahﷺ bersabda, "Itu lebih memastikan lagi. Kemudian Rasulullahﷺ bersabda:

وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهٖ لَوْ جِيْءَ بِالسَّمَاوَاتِ وَالْاَرَضِيْنَ وَمَا فِيْهِنَّ وَمَا بَيْنَهُنَّ وَمَا تَحْتَهُنَّ فَوُضِعْنَ فِيْ كِفَّةِ الْمِيْزَانِ وَوُضِعَتْ شَهَادَةُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ فِى الْكِفَّةِ الْاُخْرٰى لَرَجَحَتْ بِهِنَّ
( "Demi Tuhan Yang jiwaku berada di dalam genggaman kekuasaannya, seandainya didatangkan langit dan bumi serta semua yang ada padanya dan semua yang ada di antara keduanya dan semua yang ada di bawahnya, lalu diletakkan di salah satu dari kedua sisi neraca, sedangkan sisi neraca lainnya diletakkan kalimah syahadat, yaitu, "Tidak ada Tuhan selain Allah tentulah kalimah ini lebih berat timbangannya daripada semuanya itu. )

*Demikianlah menurut riwayat Ibnu Jarir, dan diperkuat oleh hadis-hadis lainnya yang menceritakan tentang buku catatan amal perbuatan.

*Ad-Dahhak mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: ( hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu. ) (Maryam, 19:90) Yaitu terbelah karena kebesaran Allahﷻ

*Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: ( dan bumi belah. ) (Maryam, 19:90) Bahwa yang dimaksud adalah bumi hampir-hampir belah karena murka Allah terhadap orang-orang yang mengucapkannya.

وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّا
( dan gunung-gunung runtuh. ) (Maryam, 19:90)

*Ibnu Abbas mengatakan bahwa HADDAN artinya sama dengan hadman, yakni runtuh dan hancur.

*Sa'id ibnu Jubair mengatakan bahwa haddan artinya runtuh sebagian demi sebagian secara berurutan.

*Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdullah ibnu Suwaid Al-Maqbari, telah menceritakan kepada kami Sufyan ibnu Uyaynah, telah menceritakan kepada kami Mis'ar, dari Aun ibnu Abdullah yang mengatakan bahwa sesungguhnya gunung memanggil gunung lainnya dengan menyebut namanya, "Hai Fulan, apakah hari ini ada yang kamu dengar menyebut nama Allahﷻ? Gunung yang dipanggil menjawab, "Ya. Maka gunung yang memanggil merasa gembira karenanya. Kemudian Aun berkata, "Sesungguhnya gunung itu lebih tajam pendengarannya terhadap perkara kebaikan, maka apakah gunung-gunung itu dapat mendengar dosa dan perkataan batil apabila diucapkan, ataukah gunung-gunung itu tidak dapat mendengar selain kebaikan saja? Kemudian ia membaca firman-Nya: ( hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwakan Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. ) (Maryam, 19:90-19:91)

*Ibnu Abu Hatim mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Al-Munzir ibnu Syadan, telah menceritakan kepada kami Haudah, telah menceritakan kepada kami Auf ibnu Galib ibnu Ajrad, telah menceritakan kepadaku seseorang dari penduduk Syam di Masjid Mina; ia mengatakan, telah sampai suatu berita kepadanya bahwa Allah ketika menciptakan bumi dan menciptakan semua pepohonan yang ada padanya, maka tidak ada suatu pohon pun di bumi ini yang didatangi oleh manusia melainkan manusia beroleh manfaat dari pohon itu, atau pohon itu memberikan manfaat kepadanya. Bumi masih tetap dalam keadaan seperti itu, hingga orang-orang durhaka dari Bani Adam mengucapkan kalimat yang sangat mungkar itu. Yaitu mereka mengatakan bahwa Tuhan Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Ketika mereka mulai mengatakan kalimat tersebut, bumi bergetar dan semua pohon sakit karenanya.

*Ka'bul Ahbar mengatakan bahwa para malaikat murka dan neraka Jahanam bergejolak saat mereka mengucapkan kalimat yang mungkar itu.

*Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah, dari Al-A'masy, dari Sa'id ibnu Jubair, dari Abu Abdur Rahman As-Sulami, dari Abu Musa£ yang mengatakan bahwa Rasulullahﷺ pernah bersabda:

مَا اَحَدٌ اَصْبَرُ عَلٰى اَذًى يَسْمَعُهٗ مِنَ اللّٰهِ اِنَّهٗ يُشْرَكُ بِهٖ وَيُجْعَلُ لَهٗ وَلَدًا وَهُوَ يُعَافِيْهِمْ وَيَدْفَعُ عَنْهُمْ وَيَرْزُقُهُمْ
( "Tidak ada seorang pun yang lebih sabar daripada Allah mendengar hal yang menyakitkan, Dia dipersekutukan dan dianggap beranak, padahal Dia menyehatkan mereka dan menolak bahaya dari mereka serta memberi mereka rezeki. )

*Hadis diketengahkan pula oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim di dalam kitab sahih masing-masing.

Menurut lafaz yang lain disebutkan:

اِنَّهُمْ يَجْعَلُوْنَ لَهٗ وَلَدًا وَهُوَ يَرْزُقُهُمْ وَيُعَافِيْهِمْ
( "Bahwa mereka menganggap Allah beranak, padahal Allah memberi mereka rezeki dan menyehatkan mereka. )


Tafsir Jalalain  Tafsir Muyassar