Hadits Sunan Abu Dawud

الطهارة

Kitab Thoharoh

من لم يذكر الوضوء إلا عند الحدث
Tidak berwudlu kecuali setelah adanya hadas

سنن أبي داوود ٢٦٣: حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ شُعَيْبٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنَا اللَّيْثُ عَنْ رَبِيعَةَ أَنَّهُ كَانَ لَا يَرَى عَلَى الْمُسْتَحَاضَةِ وُضُوءًا عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ إِلَّا أَنْ يُصِيبَهَا حَدَثٌ غَيْرُ الدَّمِ فَتَوَضَّأُ قَالَ أَبُو دَاوُد هَذَا قَوْلُ مَالِكٍ يَعْنِي ابْنَ أَنَسٍ

Sunan Abu Daud 263: Telah menceritakan kepada kami Abdul Malik bin Syu'bah telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Wahb telah mengabarkan kepada kami Al Laits dari Rabi'ah bahwasanya Dia tidak berpendapat bahwa wanita mustahadlah harus berwudlu pada setiap kali shalat kecuali apabila dia berhadats selain darah, maka dia harus berwudlu. Abu Dawud berkata: Ini perkataan Malik bin Anas.

Sunan Abu Dawud Nomer 263