Hadits Shahih Muslim

الأشربة

Kitab Minuman

إباحة النبيذ الذي لم يشتد ولم يصر مسكرا
Bolehnya perasan nabidz jika belum bereaksi

صحيح مسلم ٣٧٤٨: و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ قَالَا حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ قَالَ لَقَدْ سَقَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ بِقَدَحِي هَذَا الشَّرَابَ كُلَّهُ الْعَسَلَ وَالنَّبِيذَ وَالْمَاءَ وَاللَّبَنَ

Shahih Muslim 3748: Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah dan Zuhair bin Harb keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami 'Affan telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Tsabit dari Anas dia berkata: "Sungguh saya pernah menuangkan minuman apa saja ke dalam gelasku (mangkuk) untuk Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam: madu, perasan nabidz (semacam arak), air dan susu."

Shahih Muslim Nomer 3748